Kebakaran Pasar Tompasobaru Minahasa Selatan, Belasan Rumah dan Kios Hangus Dilalap Api
hebat melanda kompleks Pasar Tompasobaru, Desa Pinaesaan, Kecamatan Tompasobaru, Kabupaten,Sulut, Sabtu (4/9/2021), sekitar pukul 17.30 Wita. Akibat itu 13 rumah dan kios milik warga ludes dilalap api.
Awalnya terlihat asap hitam tebal agen judi online terbaik yang tinggi dari dapur rumah milik keluarga Matialo-Mume. Sejumlah warga di sekitar lokasi langsung berlari menuju ke tempat kejadian untuk membantu memadamkan api. Namun kobaran api makin membesar, bahkan sudah merembet ke rumah tetangga lainnya.
Kapolsek Tompasobaru Iptu Jefry Mailensun mengungkapkan, setelah menerima laporan masyarakat, pihaknya bersama personel judi online terbaik terpercaya piket segera mendatangi lokasi kejadian. Mereka membantu warga memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadaanya, membantu proses evakuasi, mengamankan lokasi.
BACA JUGA :
Diskon Pajak Pembelian Rumah Diperpanjang hingga Desember 2021
"Juga mengumpulkan bahan keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian," ungkap Mailensun.
Kapolres Minahasa Selatan AKBP S Norman Sitindaon mengatakan, pihaknya berjanji menggelar penyelidikan terkait peristiwa kebakaran itu. Pihaknya telah mengarahkan Unit Identifikasi Satuan Reskrim bersama Satuan Intelkam Polres Minahasa Selatan berkolaborasi dengan personel Polsek Tompasobaru untuk melakukan upaya investigasi akan kasus ini.
"Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan," ujarnya.
Kapolres juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar lebih waspada, memperhatikan keamanan rumah saat hendak keluar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1 miliar.
"Saat akan keluar rumah, pastikan tempat tinggal kita aman. Perhatikan kompor gas, listrik, alat-alat elektronik, kunci pintu dan jendela," ujarnya di Mapolres Minahasa Selatan.
"Namun setelah empat hari dirawat, pada Sabtu 4 September kemarin, pukul 21.40 WIB, Imron dinyatakan meninggal dunia," ujarnya.
Aris menyebutkan, Imron sebelum masuk ke rutan memang sudah mempunyai penyakit tersebut. “Kami mengucapkan duka yang mendalam dan mohon maaf kepada pihak keluarga,” ucapnya.
Pihak rutan lalu melakukan serah terima dengan pihak keluarga. Jenazah juga sudah dikebumikan. ”Pihak keluarga ikut mendapingi dan menunggu WBP selama dirawat di RS Ibnu Sina," ujar Aris.

Komentar
Posting Komentar